Seni Ukir palembang

Mengenal Seni Ukir Palembang yang Begitu Khas & Antik

Jika anda berwisata ke Palembang dan menemukan setiap rumah khas masyarakat Palembang, maka anda akan menemukan satu benda yang selalu ada dimanapun berada. Hampir setiap rumah menggunakannya, karena benda ini memang menjadi ciri khas dari kesenian dan kebudayaan dari masyarakat Palembang. Hal itu adalah ukir atau seni ukir, dimana banyak sekali benda atau furniture yang didesain oleh masyarakat Palembang dengan tambahan ukiran cantik nan indah.

Asal Muasal

Seni ukir Palembang bisa dikatakan sangat unik, dimana seni ukir tersebut memang memiliki motif yang khas serta berbeda. Pengaruh Cina dan juga Budha masih menonjol dan banyak mempengaruhi budaya Palembang. Hal ini tersaji pada seni ukir yang didominasi oleh tumbuhan layaknya bunga teratai dan juga bunga melati.

Sedangkan gambar manusia dan hewan memang dihindari, karena pengaruh budaya Islam di Palembang dan budaya Melayu di Palembang. Menurut prinsip Islam, mengukir membentuk makhluk hidup seperti manusia dan hewan memanglah dilarang adanya.

Ukiran kayu sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan banyak berkembang di Palembang. Pengarjin atau pengukir kayu masih mudah ditemui disana, sehingga jika anda tertarik dengan hasil ukir Palembang jangan khawatir. Karena masih banyak karya mereka yang bisa anda beli di toko oleh-oleh bahkan toko perabotan rumah tangga baik kecil maupun besar.

Ukiran kayu khas Palembang telah tumbuh menjadi industri yang dipercaya masyarakat dapat meningkatkan ekonomi dan pendapatan mereka, tentunya selain terkenal akan pempek yang mendulang keuntungan. Ukiran juga bisa dijadikan salah satu bisnis dan usaha yang cukup menjanjikan baik di Palembang maupun luar Palembang.

Ciri dan Gaya Ukir Palembang

Ukiran Palembang memiliki ciri yang sangat khas, dimana pewarnannya sesuai dengan ikon Palembang yaitu dominasi warna kuning keemasan. Warna dominan dalam ukiran Palembang haruslah keemasan, dengan menggunakan cat dan pernis agar tampil mengkilap dan mewah.

Untuk badan lemari, daun pintu dan juga tutup aquarium atau bingkai cermin dan juga foto misalnya selalu dicat warna emas. Ukiran kayu Palembang biasanya menggunakan kayu tembesu yang keras dan kuat, namun tetap bisa diukir.

Selain itu, gaya ukiran Palembang umumnya menggunakan dekoratif dengan menggunakan teknik rendah tinggi serta tembus atau terawang. Motif seni ukuran yang umum digunakan biasa dikenal sebagai nama pohon kemalo. Penerapan ukiran kayu Palembang memang banyak digunakan di rumah adat Palembang yang bisa disebut rumah Limas.

Ada juga yang menggunakan ukiran Palembang ini untuk barang seperti ukuran, dipan, akuarium, bingkai foto dan juga cermin. Tak jarang pembatas ruangan yang terbuat dari kayu juga dihiasi ukiran khas Palembang sehingga lebih cantik dan indah.

Pusat Perdagangan Ukiran

Pusat perdagangan ukiran kayu khas Palembang bisa anda dapatkan di sekitaran jalan di masjid Agung kota Palembang yang memang menjadi sentra pengrajin ukiran, ada juga di kawasan Jalan Faqih Jalaludin 226 19 Ilir kota Palembang, yang mana daerah tersebut masihlah disekitaran masjid. Umumnya para penjual dan pengrajin merupakan keluarga atau kerabat dekat. Karena ukiran Palembang memang menjadi ilmu yang diturunkan dari generasi ke generasi.

Tak heran, jika penjual serta pengrajin masih memiliki hubungan saudara. Ada juga toko yang berdirik sejak lama, dimana toko tersebut didirikan oleh sesepuh atau moyang mereka, Jangan khawatir untuk anda para wisatawan yang tertarik dengan ukiran kayu Palembang. Seringkali ukiran Palembang mengikuti pameran yang sering diadakan di mall atau pusat perbelanjaan besar.

Leave a Comment