IBX5836EC9B0E5EF

Rahasia Ayah Musa Mendidiknya Hingga Menjadi Hafidz Quran Internasional

Penghafal Alquran atau hafiz cilik asal Indonesia, Musa La Ode Abu Hanafi memang sedang menjadi perbincangan publik.

Musa yang hampir genap berusia 8 tahun ini beberapa waktu lalu berhasil menyabet juara ketiga lomba hifzil Alquran tingkat internasional di Mesir. Tentu prestasi yang dimiliki oleh Musa ini menjadi kebanggaan masyarakat tanah air. Tak hanya itu, banyak juga yang bertanya bagaimana cara orang tua mendidik Musa Hingga Musa bisa menghafal 30 juz dalam Alquran. Ternyata seseorang bernama Rohmanto Abu Al Laits mengaku pernah bertemu dengan ayah Musa, La Ode Abu Hanafi.

Pertemuan tersebut diakuinya ketika sedang berada di Bandara Soekarno Hatta. Tepatnya jelang keberangkatan Musa dan ayahnya ke Mesir, untuk mengikuti lomba MHQ Internasional tersebut. Pada pertemuan tersebut, Rohmanto mengaku sempat bertanya kepada ayah Musa tentang cara mendidik sang buah hati. Berikut ini TribunSolo.com merangkum tips dan pengalaman yang diberikan ayah Musa saat mendidik anaknya.

1. Mengulang-ulang Hafalan

Musa tidak beda dengan anak-anak lain pada umumnya. Musa juga sulit menghafal. Namun karena ketekunan, Musa akhirnya dapat menghafal. Dan hafalan pun tidak dilakukan sekali atau dua kali. Namun secara berulang kali.

2. Menjaga Pergaulan

Diakui oleh sang ayah, Musa merupakan anak yang kurang gaul dengan anak lainnya. Karena memang niat sang ayah untuk menjaga hafalan Musa.

3. Jauh-jauh dari Televisi

Musa sangat dijaga oleh ayahnya agar tidak menonton televisi. Diakui oleh Rohmanto yang bertemu keduanya di ruang tunggu bandara, ayah Musa sempat mengajak pindah tempat yang jauh dari televisi.

4. Menjaga Makanan

Sari kurma, madu dan propolis selalu diberikan kepada Musa dan adik-adiknya. Karena menghafal juga membutuhkan banyak energi. Maka makanan dan suplemennya pun tetap dibutuhkan untuk mencukupi nutrisi anak.

Baca Juuga  Ternyata Cinta dan Kasih Sayang Suami Ada Pada Prilaku Ini

5. Tahajud Sebelum Subuh

Musa sering menjadi imam untuk adik-adiknya ketika salat tahajud. Tahajud dilakukannya setiap pagi, satu jam sebelum subuh. Sedangkan salat subuh dilakukannya di masjid.

6. Hafalan Setelah Subuh

Musa rutin mengulang hafalan seusai melakukan salat subuh.
Hal itu dilakukannya hingga pukul 09.00 WIB. Dalam satu kesempatan, Musa dapat menghafal 10 juz.

7. Tidur Siang

Musa diwajibkan untuk tidur siang. Selama beberapa jam, biasanya mulai pukul 10.00 WIB hingga sebelum waktu dhuhur tiba.

8. Menambah Hafalan

Usai salat dhuhur, Musa biasanya menambah hafalan barunya. Bersama sang ayah, Musa menghafal hingga waktu Ashar tiba.

9. Bulughul Maram

Usai salat ashar, Musa kini memiliki kegiatan baru. Yakni menghafal kitab bulughul maram. Kitab ini merupakan kitab hadits tematik. Memuat hadits-hadits yang dijadikan sumber pengambilan hukum fikih oleh para ahli fikih.

10. Bermain

Tidak melulu menghafal Alquran dan kitab lainnya, Musa juga diberi waktu untuk bermain. Sang ayah memberikan waktu tersebut usai menambah hafalan bulughul maram. Bermain dilakukan Musa hingga sebelum waktu maghrib tiba.

11. Ikut Taklim

Usai salat Maghrib, Musa sering mengikuti ayahnya menyampaikan taklim.
Sebelum taklim dimulai, Musa mengawali dengan membaca hafalannya. Orang-orang yang datang pun kadang berkesempatan untuk menguji hafalan Musa secara langsung. Bagaimana pengalaman yang dilakukan oleh ayah Musa ini? Tidak salah bukan jika akhirnya Musa menjadi hafiz yang hebat?

Selamat mendidik buah hati Anda.

Leave a Reply