Inilah 6 Cara Menjadikan Kegiatan Makan dan Minum Kamu Mendapat Nilai Ibadah

1. Meniatkan makan dan minum kita sebagai ibadah karena Allah.

Sebagaimana tercantum dalam hadits yang diriwayatkan oleh Amirul Mukminin Abu Hafs Umar bin Khattab, ia berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah SAW. bersabda: “Sesungguhnya amal perbuatan tergantung kepada niatnya dan bagi seseorang tergantung dari apa yang iya niatkan.”

2. Memulainya dengan doa.

Doa yang masyur dalam hal ini ialah, “Allahumma baariklanaa fi maa rozaqtana wa qinaa adzaban-naar.”

3. Mengucap Basmalah sebelum makan, boleh juga di tengah atau di akhir bila lupa mengucapkannya.

Sebagaimana tercantum dalam hadits riwayat Abu Dawud dan Turmudzi, “Dengan menyebut Nama Allah dari mulai hingga akhir.”

4. Menggunakan tangan kanan.

Sebagaimana tercantum dalam hadits riwayat Muslim, “Apabila seseorang dari kamu makan, maka hendaklah ia makan dengan dengan tangan kanannya. Dan apabila ia minum, maka minumlah dengan tangan kanannya. Karena sesungguhnya setan itu makan dangan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya .”

5. Makan dan minum dengan duduk.

Sebagaimana tercantum dalam Hadits riwayat Muslim, “Janganlah seseorang diantara kamu minum sambil berdiri; dan barang siapa yang lupa, maka hendaklah ia memuntahkannya”. Maksud dari kata “memuntahkannya” diartikan sebagai pelarangan keras makan-minum dengan tangan kiri apalagi dengan berdiri. Karena itu merupakan perbuatan setan yang harus dihindari. Seperti tercantum dalam surat An-Nur ayat 21, “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji lagi mungkar.”

6. Mengambil porsi makan dan minum secukupnya, lalu menyantapnya hingga habis tak bersisa agar tak mubadzir dan berdosa.

Sebagaimana tercantum dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Jabir. Rasulullah SAW. menyuruh membersihkan sisa makanan yang di piring maupun di jari, seraya bersabda: “Sesungguhnya kalian tiada mengetahui di bagian manakah makananmu yang mengendung berkah.”(H.R. Muslim).

Juga tercantum dalam surat Al-Isra ayat 26-27 , “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros, mubadzir.(Karena) sesungguhnya orang yang berbuat mubadzir itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.”

Dengan melaksanakan hal-hal berikut, maka makan-minum kita pun tidak hanya sekedar untuk pemenuh nutrisi semata, tapi juga memiliki nilai ibadah di sisi Allah.

Leave a Comment