IBX5836EC9B0E5EF

Hukum Bersalaman Wanita & Laki-Laki yang Bukan Mahram

Syaikh Zainuddin Al-Malibari dalam kitab “Fathul Muin” hal. 98 menulis,“Sekiranya haram melihatnya maka haram pula menyentuhnya tanpa pemisah, karena memegang itu lebih menimbulkan ladzat (kenikmatan).”

Telah berkata Siti Aisyah, “Tidak! Demi Allah, tidak pernah sekali-kali tangan Rasulullah Saw menyentuh tangan wanita (asing), hanya ia ambil bai’at mereka dengan perkataan.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Dalam riwayat lain Siti Aisyah berkata, “Tidak pernah sekali-kali Rasulullah Saw menyentuh tangan seorang wanita yang tidak halal baginya.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Penulis kitab “Al Hidayah” (Madzhab Hanafi) berkata, “Tidak diperbolehkan bagi seorang laki-laki untuk menyentuh wajah atau telapak tangan seorang wanita walaupun ia merasa aman dari syahwat.” Hal ini diperkuat oleh kitab “Ad-Dur Mukhtar” yang mengatakan, “Tidak diperbolehkan menyentuh wajah atau telapak tangan wanita walaupun ia merasa aman dari syahwat.”

Imam Al-Baaji dari Madzhab Maliki berkata dalam kitabnya Al-Muntaqa, Rasulullah Saw. bersabda “Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan wanita”. Yakni tidak berjabat tangan langsung dengan tangannya.

Sedangkan menurut Imam Nawawi dari Madzhab Syafi’i berkata dalam kitabnya Al-Majmu’, “Sahabat kami berkata bahwa diharamkan untuk memandang dan menyentuh wanita, jika wanita tersebut telah dewasa. Karena sesungguhnya seseorang dihalalkan untuk memandang wanita yang bukan mahramnya jika ia berniat untuk menikahinya atau dalam keadaan jual beli atau ketika ingin mengambil atau memberi sesuatu ataupun semisal dengannya. Namun tidak boleh untuk menyentuh wanita walaupun dalam keadaan demikian.”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dari Madzhab Hambali mengatakan dalam Majmu Fatawa, “Haram hukumnya memandang wanita dan amrod (anak berusia baligh tampan yang tidak tumbuh jenggotnya) diiringi dengan syahwat. Barang siapa yang membolehkannya, maka ia telah menyelisihi Ijma (kesepakatan) kaum muslimin. Hal ini juga merupakan pendapatnya Imam Ahmad dan Imam Asy-Syafi’i.”

Baca Juuga  Ternyata Ini Rahasia Kecantikan Alami Wanita Muslimah

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, nampak bahwa hukum berjabat tangan antara pria dan wanita yang bukan muhrimnya adalah haram. Namun, ulama masa kini (kontemporer) sepeti Syekh Yusuf Al Qaradhawi membolehkannya asalkan tidak disertai syahwat. Sebab, katanya, ada riwayat dari Ummu Athiyah Al Anshariyah ra bahwa Nabi Saw. pernah berjabat tangandengan wanita pada waktu bai’at.“Setelah memperhatikan riwayat-riwayat tersebut, maka yang mantap dalam hati saya adalah bahwa semata-mata bersentuhan kulit tidaklah haram,” ujarnya.

Namun, lanjut Yusuf Al Qaradhawi, “Dan yang lebih utama bagi seorang muslim atau muslimah -yang komitmen pada agamanya – ialah tidak memulai berjabattangan dengan lain jenis. Tetapi, apabila diajak berjabattangan barulah ia menjabat tangannya.”Wallahu a’lam bil-shawab!

Leave a Reply