Cara Mengenalkan Anak Pada Allah

Di zaman yang serba modern ini, tak mengherankan jika anak-anak kita saat ini lebih tergoda dengan perkembangan teknologi, berbeda sekali dengan masa kita kecil dulu dimana orang tua bersikap lebih keras, dan saat itupun mainan-mainan yang lebih menghibur tak lebih dari mainan yang terbuat dari hasil karya tangan yang masih jauh tersentuh dari teknologi. Kini anak-anak kadang lebih mementingkan gadget yang ada di tangan mereka dibanding mendengar panggilan Allah SWT untuk shalat. Dan tentu saja, ini adalah tanggung jawab orang tua untuk lebih berperan aktif untuk mendidik anak.

Tak jarang para ibu kelelahan ketika mengajak anak-anaknya shalat, malah kadang seorang ibu merasa tak tega melihat anak yang terlihat sangat lelah karena aktifitasnya di luar untuk mengajak mereka bangun untuk beribadah. Namun inilah tantangan para orang tua terutama ibu.

Ada sebuah kisah menarik yang insyaAllah bisa kita ambil ibrahnya terlepas fiktif atau tidaknya cerita ini. Semoga dengan kisah ini dapat diambil pengetahuan dan pelajaran untuk ibu dan para calon ibu yang kelak akan mendidik para penerus umat pembangun peradaban mulia.

Seorang sahabat berkisah: “Aku akan menceritakan satu kisah yang terjadi padaku”. Saat itu, anak perempuanku duduk di kelas 5 SD, shalat baginya adalah hal yg sangat berat., sampai-sampai suatu hari aku berkata kepadanya: “Bangun!! Sholat!!”, dan aku mengawasinya..

Aku melihatnya mengambil sajadah, kemudian melemparkannya ke lantai…Kemudian ia mendatangiku…

Aku bertanya kepadanya: “Apakah kamu sudah shalat?”

Ia menjawab: ” Sudah”

Kemudian aku MENAMPARNYA

Aku tahu aku salah, tetapi kondisinya memang benar-benar sulit. Aku menangis… Aku benar-benar marah padanya, aku rendahkan dia dan aku menakut-nakutinya akan siksa Allah. Tapi, ternyata semua kata-kataku itu tidak ada manfaatnya.

Suatu hari, seorang sahabatku bercerita sebuah kisah. Suatu ketika ia berkunjung ke rumah seorang kerabat dekatnya (seorang yang biasa-biasa saja dari segi agama), tapi ketika datang waktu sholat, semua anak-anaknya langsung bersegera melaksanakan shalat tanpa diperintah. Bahkan sejak kecil mereka yang meminta untuk mengenal Allah.

Ia berkata: Aku berkata padanya “Bagaimana anak-anakmu bisa shalat dengan kesadaran mereka tanpa berdebat dan tanpa perlu diingatkan?”

Ia menjawab: “Demi Allah, aku hanya ingin mengatakan padamu bahwa sejak jauh sebelum aku menikah aku selalu memanjatkan DO’A ini… dan sampai saat ini pun aku masih tetap berdoa dengang DOA tersebut. ”

Setelah aku mendengarkan nasehatnya, aku selalu tanpa henti berdoa dengan doa ini..
Dalam sujudku…
Saat sebelum salam…
Ketika witir…
Dan di setiap waktu-waktu mustajab dalam berdo’a…

Demi Allah wahai saudari-saudariku. Anakku saat ini telah duduk di bangku SMA. Sejak aku memulai berdo’a dengan doa itu, anakku lah yang rajin membangunkan kami dan mengingatkan kami untuk shalat. Dan adik-adiknyanya, Alhamdulillah..mereka semua selalu menjaga shalat. Sampai-sampai.saat ibuku berkunjung dan menginap dirumah kami, ia tercengang melihat anak perempuanku bangun pagi, kemudian membangunkan kami satu persatu untuk shalat.

Do’a yang dimaksud adalah do’a berikut:

“Ya Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Rabb kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim 40)

Pelajaran yang dapat diambil adalah bahwa do’a adalah bagian yang tidak boleh terlupa dalam usaha kita membentuk karakter anak agar sesuai dengan Islam. Namun, bukan hanya dengan do’a saja tanpa usaha mengarahkannya ke jalan yang benar. Tetap saja, keimanan adalah pelajaran pertama dalam mengenalkan Allah, Rabb mereka sehingga setiap perbuatan mereka akan selalu mereka kaitkan dengan fakta bahwa mereka adalah hamba Allah yang wajib taat akan setiap ketetapan dari Allah ta’ala. Wallahu’alam.

Source: MuslimahZone

Leave a Comment